Read more: Sociology and anthropology education: sosiologi kesehatan

Cari Blog Ini

Selasa, 29 November 2011

sosiologi kesehatan

LAYANAN KESEHATAN

A.      Layanan kesehatan yang ada di daerah sendiri
Layanan kesehatan yang ada di daerah saya adalah Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat). Hal ini di karenakan daerah saya adalah daerah yang jauh dari pusat kota yaitu Tegal. Hamper di setiap desa di kecamatan yang saya tempati mempunyai Puskesmas tetapi Puskesmas itu hanyalah Puskesmas pembantu yang hanya di buka pada hari tertentu saja yaitu hari selasa dan kamis. Berbeda halnya dengan yang ada di Kecamatan Lebaksiu, dimana Puskesmas tersebut dijadikan sebagai Puskesmas Pusat yang dibuka dari hari senin sampai dengan sabtu dari jam 07.30 – 12.30 WIB untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang berdiam di Kecamatan Lebaksiu.

Sebelum lebih lanjut saya menganalisis tentang Puskesmas yang ada di daerah saya, terlebih dahulu saya akan mendefinisikan arti dari Puskesmas itu sendiri. Puskesmas adalah suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang berada di tengah-tengah masyarakat dan mempunyai misi sebagai pusat pengembangan pelayanan kesehatan, yang melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu untuk masyarakat di suatu wilayah kerja tertentu yang telah ditentukan secara mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanan namun tidak mencakup aspek pembiayaan.

Dalam menjalankan tugasnya, Puskesmas Lebaksiu mempunyai fungsi-fungsi, diantaranya :
1.      Sebagai pusat pembangunan masyarakat di wilayahnya.
Fungsi ini dimaksdukan untuk membina dan mengontrol kesehatan wilayah dan nasyarakat yang ada di daerah Lebaksiu. Selain itu, Puskesmas berupaya untuk menggerakan lintas sector dan dunia usaha di wilayah kerjanya agar menyelenggarakan pembangunan yang berlandaskan kesehatan serta aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya.
2.      Pusat pemberdayaan masyarakat
Fungsi kedua ini Puskesmas berupaya agar peroranngan terutama pemuka masyarakat, keluarga, dan masyarakat :
·         Memiliki kesadaran, kemampuan, dan kemauan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat.
·         Berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan.
·         Ikut menetapkan menyelenggarakan dan memantau pelaksanaa program kesehatan.
·         Membina peran serta masyarakat di wilayah Lebaksiu dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat.
·         Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri.
·         Memeberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimamna menggali dan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien.

3.      Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya.
Meliahat fungsi Puskesmas yang strategis sebagai penggerak pembangunan kesehatan di masyarakat miskin yang selalu memanfaatkan maka setidaknya diperlukan berbagai kebijakan umum, seperti dukungan dana, anggaran, sarana, dan tenaga yang berkompeten sehingga tercipta pelayananyang optimal kepada masyarakat Lebaksiu. Terdapat beberapa usaha-usaha pokok yang dilakukan oleh Puskesmas Lebaksiu, diantaranya :
·         Pemeriksaan, pengobatan, dan perawatan,
·         Kesejahteraan ibu dan anak – Keluarga Berencana (KIA dan KB),
·         Pencegahan pemberantasan penyakit menular,
·         Hieginis dan sanitasi lingkungan,
·         Pendidikan kesehatan masyarakat,
·         Perawatan kesehatan masyarakat,
·         Peningkatan gizi,
·         Kesehatan jiwa,
·         Kesehatan gigi,
·         Kesehatan sekolah,
·         Laboratorium, dan
·         Pengumpulan data-data untuk penilaian dan perencenaan (SP2TP).
Usaha-usaha kesehatan yang disebutkan di atas, bertujuan agar tugas dari Puskesmas yaitu menjalankan pelayanan kesehatan dengan maksimal kepada pasien dari keluarga miskin yang datang berobat dapat berjalan dengan baik. Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas Lebaksiu itu harus bersifat menyeluruh yang meliputi aspek :
1.      Promotive,
Memeperkenalkan dan mengarahkan opini, persepsi, sikap, dan tindakan masyarakat dalam menunjang pola peilaku hidup bersih dan sehat.
2.      Preventif,
Pencegahan terhadap resiko penularan penyakit dan penyebaran penyakit yang berpotensi menular atau menimbulkan wabah penyakit.
3.      Kuratif,
Upaya dalam pengobatan dan penanganan penyakit yang telah diduga dan diagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan penunjang.







STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS LEBAKSIU.
Dalam menjalankan peranannya dalam memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat Lebaksiu, Puskesmas tersebut juga mempunyai stuktur organisasi yang saling bekerja sama sehingga mempengaruhi dalam kinerja para kompeten didalamnya. Adapun struktur organisasinya sebagai berikut :

Keterangan :
1.      Kepala Puskesmas di duduki oleh seorang dokter dimana dia adalah dokter umum yang sudah di percayai oleh lustansi kesehatan setempat serta ahli dan professional dalam bidang kesehatan.
2.      Kelompok Pejabat Fungsional yang terdiri dari petugas PKL dan PKM dimana pejabat bertugas di lapangan atau masyarakat yang bertugas untuk mengontrol dan mengawasi jalannya layanan kesehatan di Puskesmas tersebut.
3.      Pelaksana, biasanya terdapat seorang asisten yang bertugas untuk membantu para kompeten yang ada.





Masyarakat di daerah saya yang memanfaatkan fasilitas yang ada di Puskesmas Lebaksiu adalah kebanyakan dari keluarga miskin. Keluarga miskin tersebut datang ke Puskesmas dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu :
1.      Sikap dari petugas itu sendiri
Para pekerja Puskesmas seperti bidan, perawat, petugas laboratorium dan petugas lain dalam memeberikan layanan kesehatan pada masyarkat miskin itu banyak yang bersikap ramah serta tidak membeda-bedakan pasien dari golongan kurang mampu sehingga para pasien merasa dihargai dalam tingkat sosialnya. Hal ini mengimplementasikan bahwa, tidak ada stratifikasi sosial yang akhirnya menimbulkan kesenjangan di antara mereka.
2.      Biaya murah alias gratis
Dengan adanya Puskesmas yang memberikan pelayanan gratis, ini menguntungkan bagi keluarga miskin karena ini artinya masyarakat dapat secara cuma-cuma mendapatkan layanan dari Puskesmas tersebut dengan kartu jenis-jenis penyakit ynag didata oleh Puskesmas sebulan terakhir :
·         Penyakit menular
Flu, batuk, penyakit kulit, TBC, dan lain-lain.
·         Penyakit tidak menular
Diare, maag, tifus, asma, darah tinggi, darah rendah, reumatik, diabetes, sakit gigi, sakit mata, migraine, demam berdarah, dan lain-lain.
̽bila ada penderita penyakit berat seperti jantung, kanker, stroke, maka Puskesmas memberikan rujukan kepada rumah sakit terdekat sehingga pasien dapat menikmati pelayanan kesehatan dengan biaya yang murah melalui JAMKESMAS. Puskesmas dalam setiap bulannya rata-rata menerima pasien sebanyak 200 jiwa/bulan yang di dominasi oleh anak-anak dan lansia.
̽sarana dan prasarana yang ada di Puskesmas Lebaksiu dapat diklasifikasikan berupa bangunan fisik, peralatan medis dan peralatan non-medis. Terdapat juga loket pendaftaran, ruang TU, kamar mandi untuk pasien dan juga untuk petugas Puskesmas.

B.      Jarak antara layanan kesehatan
Jarak antara layanan kesehatan di Lebaksiu itu menyebar kira-kira dngan jarak 3-5 km karena Puskesmas yang ada di Lebaksiu itu pada masing-masing desa pasti mempunyai satu Puskesmas tetapi itu hanya sebagai Puskesmas pembantu yang hanya buka pada waktu dan hari tertentu saja.

Jarak tersebut ternyata mempengaruhi masyarakat untuk berobat atau tidaknya ke Puskesmas. Sebagian besar masyarakat mengakui bahwa, jarak yang dekat membuat mereka lebih nyaman dan hemat. Sehingga tidak perlu mengeluarkan untuk biaya transportasi. Hal ini juag menguntungkan bagi sebagian keluarga miskin yang dekat dengan fasilitas layanan kesehatan yang ada di Puskesmas Lebaksiu tersebut.


C.      Luas wilayah Kecamatan Lebaksiu
Luas wilayah yang ada di Kecamatan lebaksiu yang terdiri dari 15 desa yang letaknya secara terbesar yaitu ± 5.601 ha. Luas tersebut dihitung secara keseluruhan baik dari lahan perkarangan, lahan permukiman penduduk, lahan pertanian, dan lahan lain yang dijadikan sebagai pengembangan.

D.     Jumlah penduduk Kecamatan Lebaksiu
Jumlah penduduk yang ada di Kecamatan Lebaksiu yaitu sekitar ± 105.335 jiwa dengan diduduki oleh laki-laki sebanyak 49.668 jiwa dan perempuan 55.667 jiwa. Jumlah itu didapat dari tiap-tiap Kelurahan atau desa yang direkap pada tahun 2010. Ada sebanyak 10.221 kepala keluarga. Berikut disajikan jumlah penduduk di setiap desa :

No.
Nama desa
Jumlah
1
Kambangan
6.061
2
Slarang Kidul
5.123
3
Dukuh Damu
4.029
4
Jatimulya
7.881
5
Balaradin
6.502
6
Kesuben
6.111
7
Lebakgowah
8.012
8
Yomani
10.225
9
Timbangreja
6.650
10
Lebaksiu Lor
9.152
11
Lebaksiu Kidul
10.351
12
Kajer
7.601
13
Dukuhlo
5.101
14
Pendawa
4.309
15
Tegalandong
8.227

Total
105.335 jiwa

E.      Posisi layanan kesehatan
Sejauh yang saya amati, beberapa layanan kesehatan seperti Puskesmas banyak terdapat di jalan yang strategis dimana dapat dijanngkau oleh alat transportasi. Berbeda dengan Puskesmas yang ada di setiap desa, Puskesmas terletak berjejer dengan balai desa terdekat di desa tersebut. Dengan posisi seperti ini, tentunya sangat mempermudah bagi masyarakat terutama masyarakat miskin untuk tetap menikmati layanan kesehatan seperti puskesmas dengan baik.

Read more: Membuat Readmore Otomatis di Blog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar